Bulughul Maram Jenazah #5 - Cara Memandikan JenazahUstadz...



Bulughul Maram Jenazah #5 - Cara Memandikan Jenazah
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Sesi #2 - Sakaratul Maut
Sesi #3 - Cara Awal Memperlakukan Jenazah
Sesi #4 - Melunasi Utang Orang Mati

Hadist nomor 567

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Mengenai orang yang terjatuh dari kendaraannya kemudian meninggal, mandikanlah ia dengan air dan bidara, dan kafankanlah dengan dua lapis kainnya.” Muttafaq Alaihi.

Faedah:

  1. Hadist ini menunjukkan wajibnya memandikan jenazah dan hukumnya fardhu kifayah (sebagian sudah mengerjakan, sebagiannya sudah gugur kewajibannya)
  2. Wajibnya mengafani, hukumnya fardhu kifayah
  3. Kain kafan lebih didahulukan daripada utang (urutan prioritasnya: jenazah, bayar utang, memenuhi wasiat, waris)
  4. Boleh mengafani cuma dengan dua lembar kain (yang terpenting menutup aurat - nanti ada penjelasan hanya satu lembar kain)
  5. Orang yang berihram untuk pengurusan jenazahnya sama seperti jenazah yang lain, yaitu tetap dimandikan dan dikafani, cuma berbeda tidak diberi wewangian, tidak boleh ditutupi kepalanya, dan disunnahkan dia dikafani dengan kain ihramnya sendiri
  6. Disunnahkan ketika memandikan dengan menggunakan air dan daun bidara (boleh diganti sabun - air sabun)
  7. Orang yang sedang berihram saat haji atau umrah kalau mati saat ibadah tadi maka dia dibangkitkan dalam keadaan sedang bertalbiyah
  8. Siapa yang mati dalam melakukan ketaatan namun belum selesai melakukannya maka di akhirat akan dicatat sebagai pelaku amalan tersebut

# Tanya Jawab #
(T) Apakah pajak termasuk utang ? ada seorang pengusaha yang telah meninggal, meninggalkan perusahaannya bangkrut, apakah anaknya harus melunasinya ?
(J) Pajak termasuk utang, pajak wajib dibayar, kata Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kalau orang itu dipaksa penguasa, kata Nabi tetap dengar, tetap taat walaupun engkau dipaksa sampai badanmu dipukul, walaupun engkau dipaksa untuk diambil hartamu. Jadi pajak tetap bayar.(T) Ada jamaah haji yang berharap meninggal di Mekkah ustadz, bagaimana ?
(J) Boleh saja, karena siapa saja tinggal dan mati di Madinah maka dia akan mendapatkan syafaat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.- orang yang mati syahid tidak perlu dimandikan, karena darahnya nanti akan jadi minyak kasturi ketika dibangkitkan, itu yang lebih utama

- orang yang mati tidak bisa getanyangan, karena alamnya sudah berbeda
- siapa pun tidak bisa melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam secara dzohir karena beliau sudah meninggal

wallahu a'lam bishowab



via Tumblr https://ift.tt/2EcLM76

Yufi Eko Firmansyah

Seseorang yang hobinya ngoding, desain, terus membaca, dan belajar untuk lebih bermanfaat bagi sekitarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar